Selasa, 15 November 2011

6 Ciri PENYEMBAHAN ALKITABIAH


Ada penekanan besar dalam jemaat-jemaat masa kini pada “pelayanan penyembahan” (worship services). Biasanya, jemaat-jemaat memakai iringan “band pemuji” dan seorang “pemimpin penyembahan” (worship leader). Himne tradisional tidak lagi dipakai dan digantikan dengan lagu-lagu rohani popular yang dapat menyentuh hati orang banyak. Undangan diberikan kepada anggota jemaat untuk mengikuti alunan musik dan membebaskan diri dalam melakukan penyembahan kepada Allah. Biasanya, ada pula penekanan untuk mengundang Roh Kudus untuk bekerja atas diri orang yang hadir. Dalam acara tersebut, biasanya terdapat konsep bahwa Roh Kudus seharusnya tidak di “put in a box,” sehingga tidaklah salah jika ada manifestasi aneh seperti bergetar dan jatuh selama penyembahan. Tidaklah aneh jika kita juga menemukan kekacauan, kebingungan, para pemimpin perempuan, dan berbagai hal yang jelas-jelas tidak alkitabiah dalam kebaktian penyembahan kontemporer.

 
Perjanjian Baru memang tidak memberikan pola tertentu untuk melakukan kebaktian penyembahan bersama dalam jemaat. Orang yang coba mencari pembenaran alkitabiah untuk kebaktian penyembahan tidak akan mendapatkannya dalam tulisan para rasul. Mereka harus melihat referensi penyembahan bait Allah di Perjanjian Lama atau Kitab Wahyu, padahal pola untuk jemaat adalah tulisan para rasul.

Ada tiga kata kunci untuk penyembahan (worship) dalam Perjanjian Baru: menyembah (worship), memuji (praise), dan memuliakan (glorify) dan kesemuanya tidak digunakan dalam konteks ibadah penyembahan di jemaat secara bersama. Satu-satunya kata “worship” dipakai dalam hubungannya dengan penyembahan jemaat ada di dalam 1Kor. 14:25, dan itu berbicara tentang penyembahan individu/pribadi, bukan penyembahan korporat. Demikian pula, kata “memuji” atau “memuliakan” tidak pernah dipakai dalam Perjanjian Baru sehubungan dengan penyembahan bersama dalam pertemuan jemaat. Semuanya dipakai dalam ibadah pribadi melalui ucapan syukur dan hidup saleh (Kis. 2:47; Rm. 15:5-6; 1Kor. 6:20; Flp. 1:11; Ibr. 13:15; 1Ptr. 4:16).
 
Ini tidak berarti bahwa salah jika jemaat menyembah Tuhan bersama-sama karena itulah yang juga kita lakukan selama kebaktian jemaat. Faktanya, terdapat kurangnya kesadaran penyembahan dalam rata-rata kebaktian jemaat yang sungguh-sungguh percaya Alkitab. Akibatnya, penyembahan hanya bagaikan bergumam atau pun sekadar ritual dan bukannya sarana mengarahkan hati kepada Allah.
 
Lalu, apakah perbedaan antara kebaktian penyembahan kontemporer dan pola penyembahan alkitabiah dalam jemaat?
(1)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat tidak menekankan pada penggunaan musik. Dukali penyebutanmusik dalam surat-surat di Perjanjian Baru berfokus pada pembangunan (edifying) orang-orang kusud saat dinyanyikan kepada Tuhan (Ef. 5:19; Kol. 3:16). Sesungguhnya, penyembahan alkitabiah menekankan bahwa Allah disembah melalui segala sesuatu yang dilakukan dalam jemaat daripada sekadar satu jenis penyembahan yang dinaikkan kepada-Nya saat waktu pujian (1Ptr. 4:11). Berlawanan dengan ini, penyembahan kontemporer hamper berfokus secara eksklusif pada satu jenis penyembahan kepada Allah, yaitu saat menyembah dengan musik kontemporer tersebut.
 
(2)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat tunduk pada ajaran para rasul yang menuntut bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan sopan dan teratur, sehingga tidak ada kebingungan, bahwa perempuan tidak boleh memimpin, dll. (1Kor. 11:2; 14:37). Ini berarti bahwa segala hal yang tidak alkitabiah, yang berhubungan dengan penyembahan kontemporer, khususnya karismatik, harus ditolak.
 
(3)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat menekankan pemahaman daripada emosi (1Kor. 14:15). Penekanannya bukanlah “merasakan hadirat Allah”, melainkan pada pemahamam dan pengenalan akan Allah melalui kebenaran Firman-Nya. Kita melihat ini terpancar dalam himne tradisional. Para penulis himne itu bertujuan untuk membangun pengertian dan bukan menciptakan getaran emosi. Dalam ibadah kontemporer, “puji-pujian dipilih untuk menstimulasi/merangsang (to induce) perasaan para penyembah … [to induce] suatu keadaan mengubah keadaan sadar dengan manipulasi nyata” (Alan Morrison, The New Style of Worship and the Great Apostasy).
 
(4)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat menekankan kesatuan iman dan bukan konsep ekumene, berbeda-beda tetapi satu sebagai hal yang lazim dalam penyembahan Kristen kontemporer (Rm. 15:6; Mat. 15:9; Yoh. 4:24). Tidak aka nada penyembahan yang sejati tanpa komitmen yang sepenuhnya terhadap doktrin yang sesuai Alkitab. Doktrin campuran yang ada dalam ibadah ekumene tidak memuliakan Allah dan tidak diterima-Nya, betapa pun antusias dan sungguh-sungguhnya para penyembah itu melakukannya.
 
(5)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat menuntut kesucian moral dan keterpisahan dari dunia (Rm. 12:1-2; Flp. 1:11), berlawanan dengan penyembahan kontemporer yang menolak pemisahan dan yang membangun jembatan dengan dunia melalui penggunaan musik, pakaian, dll. yang duniawi. Tidak peduli bagaimana pun hidup dan sikapnya, cukuplah bagi mereka untuk masuk ke dalam “saat penyembahan” dengan antusiasme besar. Di kalangan jemaat dengan haya penyembahan kontemporer, hanya ada sedikit khotbah melawan dunia secara jelas dan praktis dan hanya sedikit pula memraktikkan disiplin jemaat.
 
(6)   Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat harus terus menerus waspada terhadap bahaya-bahaya rohani(1Ptr. 5:8; 2Kor. 11:1-4). Setidaknya 11 kali, para rasul mengingatkan orang percaya untuk “bijaksana’/sober. Para gembala harus bijaksana (Ti. 1:8); orang tua harus bijaksana (ti. 2:2); perempuan harus bijaksana (Ti. 2:4); orang muda juga harus bijaksana (Ti. 2:6); isteri gembala dan diakon juga demikian (1Tim. 3:11). Ternyata, 1Tes. 5:6 dan 1Ptr. 5:8 menjelaskan arti bijaksana/sober ini yaitu secara rohani waspada, hati-hati, dan sadar. Sementara itu, penyembahan kontemporer mengajarkan orang untuk terbukapada pengaruh-pengaruh roh tanpa sadar adanya bahaya atau tipuan. Mereka meminta penyembah untuk “terbuka dan rendah hati,” “membuka diri terhadap Roh Kudus,” “mengundang Roh Kudus datang dan bekerja,” “bersiap untuk hal yang tidak terduga.” Tak ada satu pun hal itu yang diajarkan dalam Alkitab. Para rasul dan jemaat mula-mula tidak memraktikkannya. Saat jemaat Korintus melakukan hal yang demikian dan membiarkan kebingungan dan ketidakteraturan terjadi, Paulus menegur dan memperbaiki kesalahan itu (Yoh. 4:24).
 
Dari sini, jemaat-jemaat yang menjunjung tinggi Alkitab kiranya dapat belajar bagaimana jemaat dapat membangun suatu pelayanan penyembahan yang benar. Konsep menyembah yang benar itu harus benar-benar tertanam dan dipraktikkan pula secara benar oleh jemaat Tuhan. Solusi kedinginan dan keengganan anggota jemaat dalam menyembah, memuji, dan memuliakan Allah bukanlah dengan menggantikan himne tradisional dengan penyembahan kontemporer, tetapi memastikan bahwa kita adalah penyembah-penyembah benar yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24).
 

17 komentar:

  1. Shalom, maaf bolehkah saya tahu Saudara dari aliran mana?

    BalasHapus
  2. mengapa banyak grj kristen tradisional yang tidak ada penyertaan Tuhan didalamnya ? Karena mereka telah diikat oleh doktrin dan ajaran manusia dan tidak percaya pada Yesus lagi.....

    Acara Kebaktian mereka hanyalah acara manusia yg tidak ada TUHAN didalamnya.

    BalasHapus
  3. Bagaimana dgn penyembahan yg Yesus sebutkan dlm Yohanes 4;23-24? yg berbunyi (23) Tetapi saatnya AKAN DATANG dan SUDAH TIBA SEKARANG, bahwa penyembah-penyembah benar AKAN menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.(24) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Mnurut anda apa maksud dari ayat tsb?apa anda ingin menghilangkan karunia MENYEMBAH dalam Roh (slh satunya termasuk bahasa Roh) jg saat penyembahan semacam itu sedang berlangsung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disana dikatakan roh.bukan bahasa roh saja.
      Roh adalah hidup anda jiwa anda.
      Menyembah dalam roh saya yakin.artinya adalah seluruh hidup anda.andaa ga usah teriak teriak histeris cukup dalam hati saja allah dengarkan anda.
      Silahkan berpikir lagi

      Hapus
    2. Roh itu jiwa.jiwa ITU GA BERSUARA.
      JIWA ITU INTI HIDUP DAN KEHIDUPAN KITA.ROH YG SUKA BERSUARA HANYA ROH ROH JAHAT.YG SERING MERASUKI ORANG LEMAH IMAN MEMINJAM BIBIR MEREKA.
      APAKAAH KATA JIWA ANDA DAN ROH ANDA SEKARANG? HEHHEHHEEH

      Hapus
    3. kan ada di Firman Tuhan; Tubuh, jiwa, dan roh. Itu beda semua om.., iya kn? ^^

      Hapus
  4. sy berharap greja2 di negeriku indonesia bersatu..kt nggk usah persalahkan tata cara gereja..buka matamu lihat di luar kristen ada banyak yg membenci kita bahkan mw membinasakan anak2 tuhan di bangsa kita..trus klw di dalam seperti ini kalian nggk malu..jangan bertindak bodoh menjust greja2 diluar anda itu salah..

    BalasHapus
  5. Kiranya Roh Kudus menjamah..

    BalasHapus
  6. kiranya Roh Kudus Menjamah engkau

    BalasHapus
  7. saya suka yg bagian terakhir..hehehe

    BalasHapus
  8. Saya pikir berbahasa lidah pun harus memiliki aturan. Mengapa ? Sesuai dengan perkataan Paulus sendiri. Contohnya hrus ad yang menterjemahkan, harus bergiliran dan sebagainya. Ini pun merupakan karunia.. Tidak seperti ajaran beberapa greja yg menekankan ini sebagai manifestasi roh kudus dimana setiap jemaat disertai roh kudus hanya Setelah berbahasa lidah (roh). Ini uang menurut saya tidak benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ada juga yang teriak teriak, itu bukan manifest om, tp penolakan... karna roh yang ada dlm diri org itu roh jahat, bisa saja karna ada dosa yang disimpan yang sudah berakar..hehe

      Hapus
  9. Jaman sekarang. Karunia berbahaya lidah(roh) mungkin msih di berikan.. Tp yang saya yakini bahwa sekarang rata" yang ada dalam Gereja it palsu. Dn tidak sesuai Alkitab.
    Dahulu Karunia ini D berikan karena keterbatasan bahasa. Bahasa roh bukan bahasa asal"an tak berarti tapi melupakan bahasa biasa lain contohnya kita org Indonesia tiba" berbicara bahasa India misalkan. Itu bahasa lidah krna saat ini kemudahan berbahasa itu sangat tinggi. Maka bahasa lidah data" sudah tidak diberikan. Itu pemahaman saya :)
    Gbu.

    BalasHapus
  10. Jaman sekarang. Karunia berbahaya lidah(roh) mungkin msih di berikan.. Tp yang saya yakini bahwa sekarang rata" yang ada dalam Gereja it palsu. Dn tidak sesuai Alkitab.
    Dahulu Karunia ini D berikan karena keterbatasan bahasa. Bahasa roh bukan bahasa asal"an tak berarti tapi melupakan bahasa biasa lain contohnya kita org Indonesia tiba" berbicara bahasa India misalkan. Itu bahasa lidah krna saat ini kemudahan berbahasa itu sangat tinggi. Maka bahasa lidah data" sudah tidak diberikan. Itu pemahaman saya :)
    Gbu.

    BalasHapus
  11. sebenarnya bahasa Roh itu bahasa yang berasal dari Roh kita, karna adapun bahasa Roh yang kita dan orang lain tidak mengerti karena roh kita sendiri yang berbicara kepada Tuhan. ada pula yang mengatakan bahwa mungkin agar iblis tidak mengerti, jadi roh kita yang ngomong..

    BalasHapus
  12. Jangan berpikiran sempit dan membatasi pekerjaan Roh Kudus. Anda mengupas hal penyembahan menggunakan rasio yang 'berdasarkan firman Tuhan' dalam tanda kutip. Gunakanlah hikmat Roh Kudus. Jangan sampai apa yang anda maksud baik tapi malah Tuhan tidak perkenan. Karena ada satu dosa yang terampuni yaitu menghina Roh Kudus dan tak mempercayai pekerjaan-Nya termasuk menghina. Mungkin saudara tak sadar karena itu berhati-hatilah. Roh kudus hadir ketika kita percaya Yesus dan ada bersama dengan kita baik juga saat kita menyembahNya. Dalam penyembahan,Roh Kudus memanifestasikan diriNya tanpa batasan dan ini tak bisa dijelaskan melalui rasio manusia tetapi melalui pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Allah kita bertahta di atas puji-pujian artinya dalam penyembahan Allah kita hadir. Kalau saat penyembahan misalkanpun ada yang tiba-tiba tumbang karena manifestasi Roh Kudus itu bukan hal aneh . Saya pernah mengalaminya dan itu pengalaman yang luar biasa. Dulu sebelum saya nengalaminya saya juga memandangnya secara skeptis. Tapi puji Tuhan, Tuhan sudah mengubah paradigma saya terutama mengenai manifestasi Roh Kusus. Kalau saudara belum mengalami jamahannya carilah gereja yang benar dengan berdoa dulu tentunya. Saya percaya saudara akan mengalami sendiri secara pribadi lawatan Roh Kudus itu baik saat anda memuji Tuhan ataupun saat berdoa. Saya memaklumi ketidak tahuan saudara. Saya berdoa untuk saudara... melankahlah dengan iman jangan menggunakan Rasio manusia. Menggunakan rasio kita hanya akan merugikan kita tetapi gunakanlah hikmat Allah itu akan membawa anda semakin dewasa dalam iman. Keep praying. GBU

    BalasHapus
  13. Saudara terhormat penulis rubrik ini,coba baca Roma 8:5-8,dan terimalah Roh Kudus maka kamu akan ditolong oleh Tuhan utnuk mengetahui maksud Tuahn sehingga saudara dapat memahami apa kehendak Tuhan bagi dirimu,selama saudara tidak dipenuhi Roh Kudus yang ada dalam pikiran saudara hanyalah pertentangan,sementara firman tuhan cukup banyak yang menjadi pedoman untuk memuji dan menyembah.itu tidak jamannya lagi,saya kuatir kamu nanti tidak dapat tempat di surga,bertobatlah

    BalasHapus