Senin, 21 November 2011

Bahasa Roh atau Bahasa Lidah (Tongue Speaking)?

Apakah Bahasa Lidah Itu?

Bahasa lidah bukanlah bahasa surgawi, bukan bahasa malaikat, bukan perkataan yang diucapkan dalam keadaan tak sadarkan diri, bukan perkataan yang hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang terpelajar saja, atau bahasa yang tidak berarti apa-apa, seperti yang dipercayai oleh beberapa orang.

Gary W. Summers mengutip kata-kata yang ditulis oleh James Rado dan Gerome Ragni dalam buku berjudul “Good Morning, Starshine, 1969 Oliver hit, yang berbunyi: “Gliddy glup gloopy nibby nabby noopy la la la lo lo. Sabba sibby sabba nooby abba nabba le le lo lo. Tooby ooby walla nooby abba nabba, early morning singing song (pagi buta menembangkan lagu).” Menurut Gary, kata-kata ini tidak lebih daripada suku kata yang tidak berarti apa-apa dan bukan bahasa yang nyata dan dapat dimengerti.1
Dalam bahasa Inggris kata-kata di atas disebut dengan istilah “gibberish” yang berarti “perkataan yang cepat dan tidak jelas”; “bahasa yang tidak masuk akal”; “kata-kata yang tidak mengandung arti”; “perkataan yang mengalir lancar dan bodoh.2 Bahasa lidah adalah bahasa manusia yang memiliki makna dan dimengerti.
Webster’s New International Dictionary mendefenisikan bahasa sebagai “tubuh kata-kata dan metode penggabungan kata-kata yang dipakai dan dimengerti oleh suatu kelompok masyarakat.”3 Berarti bahasa adalah sarana untuk berkomunikasi antar manusia.
Paulus mengatakan bahwa “Ada banyak — entah berapa banyak — macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti” (1 Korintus 14:10).
Dalam bahasa Ibrani bahasa adalah “leshonah” yang paling sering diterjemahkan “lidah”, yang ditujukan pada salah satu anggota tubuh yang menghasilkan perkataan (Hakim-hakim 7:5; 2 Samuel 23:2) atau juga “bahasa” (Ester 1:22; 3:12; Yeremia 5:15; Yehezkiel 3:5,6). Kata Ibrani, leshonah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, “glossa” (bdg. Yesaya 28:11 dan 1 Korintus 14:21). Glossa juga berarti “lidah”, salah satu anggota tubuh (Markus 7:33,35), “lidah-lidah seperti nyala api” (Kisah Rasul 2:3), atau “bahasa” (Kisah Rasul 2:4,11; 10:46; 19:6).
Kalau kita lihat dalam Kisah Rasul 2:4-11, para rasul berbicara dalam berbagai-berbagai bahasa secara ajaib. Di dalam ayat 6, orang-orang yang hadir pada hari Pentakosta itu masing-masing mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Bahasa yang terdapat dalam Kisah Rasul 2:4, 11, jelas adalah bahasa pribumi para penganut agama Yahudi yang datang untuk merayakan hari raya Pentakosta di Yerusalem.4
Lester Kamp mendefenisikan karunia berbahasa lidah sebagai “kemampuan untuk berkata-kata dalam bahasa yang dapat dimengerti orang, tetapi sebelumnya tidak diketahui oleh orang yang berbicara itu.”5 Ini berarti seorang yang mempunyai karunia berbahasa lidah dapat mengerti dan mengucapkan bahasa orang lain (asing) dengan sempurna dan dapat dimengerti oleh si pemilik bahasa tanpa mempelajarinya terlebih dulu secara alami.
New English Bible menterjemahkan bahasa roh sebagai “ecstatic language” (bahasa yang mengherankan). Kata “ecstatic” berasal dari bahasa Yunani,” ekstasis”, yang dalam Alkitab diterjemahkan secara kontras “mencengangkan”, “mengherankan” (Markus 5:42; 8:8; Lukas 5:26; Kisah rasul 3:10) dan “tidak sadarkan diri” (Kisah Rasul 10:10; 11:5; 22:7). Tetapi meskipun demikian, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa bahasa roh adalah sebuah bahasa yang diucapkan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Maka dapat kita katakan bahwa bahasa lidah adalah bahasa yang mengandung makna yang dapat dimengerti dan diucapkan secara spontan oleh seseorang dengan sempurna tanpa mempelajari bahasa itu sebelumnya. Dengan kata lain proses kemampuan berbahasa lidah itu bersifat supernatural atau ajaib. Mengapa? Karena “Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya” (1 Korintus 12:11).

Bagaimanakah Orang-orang Kristen Abad Pertama Menerima Karunia Berbahasa Lidah ?

Dalam kitab Kisah Rasul hanya ada dua peristiwa bagaimana orang Kristen abad pertama mendapatkan karunia berbahasa lidah.

1. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah secara langsung.
Pemberian karunia berbahasa lidah secara langsung hanya kepada Para Rasul, termasuk Rasul Paulus (Kisah Rasul 2:4; 1 Korintus 14:18), Kornelius dan seisi rumahnya (Kisah Rasul 10:44-47). Selain dari dua peristiwa ini, tidak ada peristiwa lain yang dinyatakan oleh Alkitab tentang bagaimana orang-orang Kristen abad pertama menerima secara langsung dari Roh Kudus karunia berbahasa lidah.
2. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah melalui penumpangan tangan para rasul.
Dalam Kisah Rasul 19:1-6 menceritakan tentang rasul Paulus bertemu dengan beberapa orang murid Yohanes, yang kemudian ditobatkan oleh Paulus menjadi orang Kristen dan sekaligus menumpangkan tangannya ke atas mereka sehingga dapat berkata-kata dalam bahasa lidah.
Jadi hanya dua cara bagaimana orang-orang Kristen abad pertama mendapatkan karunia berbahasa lidah, yaitu secara langsung dan melalui penumpangan tangan para rasul. Begitulah Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah kepada mereka.
Ketika seorang Kristen menerima karunia berbahasa lidah maka karunia itu berada dalam kuasanya, dan dia bisa saja menggunakanya dengan motif yang salah (1 Korintus 14:23) atau sebaliknya, menggunakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahasa lidah tidak dipakai untuk menunjukkan kebolehan seseorang dalam berbahasa asing yang tidak dipelajari sebelumnya. Tetapi Alkitab menyatakan dengan jelas apa tujuan dari bahasa lidah.
1. Untuk mengkomunikasikan wahyu Allah, pengetahuan, nubuat dan pengajaran Tuhan (1 Korintus 14:6).
Salah satu fungsi dari bahasa lidah adalah untuk menyatakan firman Allah kepada pendengar yang mengerti bahasa yang dipakai oleh orang yang memiliki karunia berbahasa lidah. Allah tidak pernah bermaksud memberikan karunia ini kepada orang yang dikehendakiNya untuk dipakai sebagai kesempatan memenuhi kepentingan pribadi atau menyatakan kehendak diri si penerima karunia itu sendiri, tetapi untuk menyampaikan seluruh maksud Allah kepada semua umat manusia (Kisah Rasul 20:27; 1 Petrus 4:11).
2. Untuk membangun kerohanian jemaat (1 Korintus 14:5,12, 26).
Maksud Allah memberi karunia bahasa lidah, seperti karunia-karunia lainnya juga adalah untuk membangun kerohanian setiap individu anggota jemaat. Mike Cope mengatakan bahwa “dalam 1 Korintus 14:4, Paulus tidak mengizinkan seorang berbicara dalam bahasa lidah di gereja untuk membangun dirinya sendiri. Sebaliknya rasul Paulus mengizinkan penggunaan bahasa lidah bila ada yang dapat menterjemahkannya (1 Korintus 14:28)”7, karena apa yang dikatakan itu akan membangun jemaat, termasuk dirinya sendiri. Karunia berbahasa lidah harus dipergunakan untuk kepentingan bersama (1 Korintus 12:7).
3. Sebagai tanda untuk orang-orang yang tidak percaya (1 Korintus 14:22).
Karunia bahasa lidah adalah suatu praktek yang ajaib. Kita bisa melihat contoh dalam Kisah Rasul 2, orang-orang dari suku bangsa yang berbeda (Kisah Rasul 2:9-11) keheranan mendengarkan para rasul berbicara dalam bahasa mereka masing-masing – itulah bahasa lidah atau bahasa roh (Kisah Rasul 2:4,6,12). Kata “tercengang-cengang” dalam ayat 6 menujukkan reaksi dari para pendengar yang telah mendengarkan dan menyaksikan para rasul, orang Galilea berbicara dalam berbagai bahasa yang tidak pernah mereka pelajari sebelumnya (Kisah Rasul 2:8, 9). Paulus mengutip nubuatan kitab Yesaya 28:11 dalam 1 Korintus 14:21, bahwa Dalam hukum Taurat ada tertulis: “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.” Ayat ini menyatakan tentang beberapa orang Yahudi yang mendengar pemberitaan Injil tetapi tidak mau mentaatinya (Roma 3:2,3), sehingga pemberitaan dengan bahasa lidah hanya sebagai suatu tanda ajaib saja bagi mereka. Kata “orang yang tidak percaya” dalam 1 Korintus 14:22 ditujukan kepada semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Ini berarti juga bahwa orang-orang non-Yahudi yang mendengar pemberitaan Injil dalam bahasa lidah tetapi tidak mentaatinya, maka hal itu hanya menjadi suatu tanda (ajaib) saja.
4. Untuk meneguhkan pemberitaan firman Allah (Markus 16:20; Roma 15:19).
Karunia-karunia rohani, termasuk karunia bahasa lidah diberikan kepada para rasul dan orang-orang Kristen lainnya pada abad pertama adalah untuk meneguhkan bahwa berita yang mereka sampaikan adalah benar-benar dari Allah. Meskipun beberapa orang tidak percaya, itu tetap firman Allah. Bagi orang-orang yang mendengar, menerima dan mentaati firman itu, menjadi landasan yang teguh bagi keselamatan mereka (Kisah Rasul 2:13, 36,37).
Dalam 1 Korintus 14, Paulus memberikan pengertian yang jelas tentang bagaimana menggunakan karunia bahasa lidah yang benar. Menurut Gary W. Summers latar belakang mengapa Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Korintus 12:1-3, karena ada masalah yang terjadi, dimana beberapa orang Kristen di Korintus mengakui bahwa mereka dipengaruhi oleh Roh Kudus dan mengatakan “Terkutuklah Yesus.” Kalau memang pernyataan ini adalah kesimpulan yang masuk akal mereka ucapkan, maka nasehat Paulus untuk memberi pengertian adalah benar. Tetapi bagaimana mereka dapat mengatakan hal yang demikian melalui inspirasi Roh Kudus ? Jelas tidak dapat. Apakah mereka berpura-pura berbicara seperti dipengaruhi oleh Roh ? Barangkali Roh Kudus tidak memberikan mereka wahyu dalam perhimpunan, sehingga dengan sikap mementingkan diri sendiri, mereka berpura-pura berbicara seperti Roh Kudus sedang memberi mereka perkataan.
Mengapa mereka berpikir bisa melakukan itu? Ayat 2 menyatakan bahwa beberapa orang Korintus sebelum menjadi Kristen telah terbiasa berbicara dalam keadaan tidak sadarkan diri sebagai bagian dari praktek penyembahan berhala mereka. Mereka telah “dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu” (2 Timotius 3:6). Mereka telah dipimpin oleh kata hati mereka sendiri dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ini menunjukkan beberapa orang Korintus mencoba untuk menghidupkan kembali praktek ucapan-ucapan yang mengherankan (barangkali kata-kata yang tidak berarti atau tidak masuk akal) seperti saat mereka melakukan penyembahan kepada berhala mereka dulu. Jadi dalam usaha mereka untuk menggunakan karunia berbahasa lidah, mereka membiarkan diri dipimpin oleh kata hati yang bersifat psikologis yang pernah mereka alami sebagai penyembah-penyembah berhala.8
Paulus melalui ilham Roh memberikan pengertian sekaligus nasehat kepada orang Kristen di Korintus bagaimana menggunakan karunia berbahasa lidah yang benar.
Pertama, bahasa lidah dapat dipakai jikalau ada yang menterjemahkannya (1 Korintus 14:5,9,11,23,27-28). Karunia-karunia rohani, termasuk bahasa lidah yang diberikan oleh Roh Kudus harus digunakan dengan cara yang “sopan dan teratur” (1 Korintus 14: 40) untuk membangun kerohanian setiap anggota jemaat. Tetapi orang-orang Kristen di Korintus, masing –masing ingin menggunakan bahasa lidah (atau karunia-karunia rohani yang lainnya) pada waktu yang bersamaan, sehingga situasi peribadatan menjadi kacau (1 Korintus 14:22,26).
Padahal “Allah tidak menghendaki kekacauan” (1 Korintus 14:40). Situasi seperti ini tidak akan membangun kerohanian anggota jemaat yang tidak mengerti apa yang disampaikan oleh seorang yang memiliki karunia berbahasa lidah, sebaliknya mereka akan mencela (1 Korintus 14:23). Kedua, Bahasa lidah dapat dipakai bila semua audiens mengerti apa yang dikatakan oleh orang yang memiliki karunia berbahasa lidah (1 Korintus 14:23). Tetapi apa yang dipraktekkan oleh aliran Pentakosta dan Karismatik adalah sebaliknya, dimana menurut Gary W. Summers, “banyak di antara mereka tidak peduli apakah yang mereka katakan itu berarti atau tidak, pokoknya mereka yakin bahwa Allah sedang berbicara melalui mereka. Jika tidak seorang pun mengerti apa yang mereka katakan, itu tidak menjadi soal. Mereka pikir itu adalah bahasa pribadi mereka sendiri, sekaligus jika hal itu terjadi, maka mereka percaya sebagai bukti mereka telah dibaptiskan dalam Roh Kudus. Praktek ini hanya berdasarkan emosi dan bukan berdasarkan Kitab Suci.9 Ini adalah hal yang menyedihkan karena mereka tidak mengerti firman Tuhan dengan benar.
Ketiga, orang yang memiliki karunia berbahasa lidah harus berdiam diri jikalau tidak ada yang menterjemahkan apa yang hendak dikatakannya (1 Korintus 14:28). Situasi perhimpuan untuk menyembah Tuhan harus dilakukan “dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:24; bdg. 1 Korintus 14: 15). Ini berarti aktivitas rohani “harus berlangsung dengan sopan dan teratur” (1 Korintus 14: 40).
Jika seorang memiliki karunia berbahasa lidah berbicara dan tidak ada yang menterjemahkan, maka akibatnya bukan saja kekacauan yang terjadi, tetapi juga orang yang mendengarnya tidak akan mengerti apa arti perkataannya, meskipun itu firman Allah, sehingga si pendengar tidak dapat “mengaminkan” (menyetujui) ucapan si pembicara (1 Korintus 14:9,16). Itu “sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi — bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?”, kata Paulus ( 1 Korintus 14:7-8).
Ke-empat, orang yang memiliki karunia berbahasa lidah hanya boleh berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada Allah jikalau tidak ada penterjemah (1 Korintus 14:28).
Mike Cope menjelaskan, “1 Korintus 14:28 tidak mengatakan bahwa seorang yang berbicara dalam bahasa roh (lidah) berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti kepada dirinya sendiri dan kepada Allah ketika tidak ada penterjemahnya. Kelihatannya, konteks ini berarti bahwa seorang itu berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan dengan Allah di dalam bahasa yang dapat dia mengerti.”10
Beberapa orang, khususnya aliran Karismatik dan Pentakosta percaya bahwa sampai saat ini karunia berbahasa lidah masih terus diberikan oleh Roh Kudus secara langsung kepada orang yang dikehendakiNya. Tetapi apakah pendapat ini benar? Sebaiknya kita dengan pikiran terbuka menyelidiki bagaimana Alkitab berbicara tentang jangka waktu berlakunya karunia bahasa lidah.
Dalam 1 Korintus 13:8, Paulus mengatakan bahwa “bahasa roh akan berhenti” Kapan ?
1. “Jika yang sempurna tiba” (1 Korintus 13:10).
Beberapa orang menafsirkan kata ini ditujukan kepada Yesus, seorang yang sempurna dan yang akan datang. Pendapat salah inilah yang menuntun mereka untuk percaya bahwa karunia bahasa lidah masih ada, dan itu akan berhenti ketika Yesus yang sempurna itu datang. Tentu tidak ada orang yang menyangkal bahwa Yesus sempurna (Ibrani 5:9). Tetapi konteks ini sama sekali tidak membicarakan hal itu. Kata “yang sempurna” di ayat ini dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru) adalah “teleiov” yang artinya “lengkap”, “sempurna”, “dewasa”. Pengertian secara luas kata ini adalah “telah mencapai tahap akhir atau perkembangan penuh.” Ini berarti telah mencapai kesempurnaan dalam Yesus (Kolose 1:28), telah menjadi dewasa (Efesus 4:13; Ibrani 5:14).11
Selanjutnya dalam 1 Korintus 13:11-12, Paulus memberikan ilustrasi (gambaran) tentang keadaan jemaat saat itu yang belum dewasa secara rohani, sehingga sangat diperlukan karunia-karunia rohani untuk membantu jemaat bertumbuh dewasa. Jadi setelah mereka menerima apa yang mereka butuhkan untuk mencapai kedewasaan maka “yang tidak sempurna (karunia-karunia rohani) itu akan lenyap” (1 Korintus 14:10).
Vine’s Complete Expository Dictionary memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kata “yang sempurna” (teleion) yang berarti “lengkap”, “sempurna”, yang ditujukan pada “penyataan kehendak dan cara-cara Allah yang sempurna di dalam Kitab Suci yang lengkap.”12
Jadi setelah firman Allah diteguhkan dengan karunia-karunia rohani (Markus 16:20), yang kemudian terhimpun dalam bentuk kitab tertulis seperti yang dikehendaki Allah melalui tulisan tangan orang-orang yang diilhami oleh Roh Kudus (2 Timotius 3: 16; 2 Petrus 1:20, 21), maka saat itulah berakhir karunia-karunia rohani (baca 1 Korintus 12:8-10), termasuk karunia bahasa lidah. Firman Allah sanggup memberi pertumbuhan rohani ( 1 Petrus 2:2; 2 Petrus 3:18) yang akan membawa kepada kesempurnaan dalam Kristus ( 2 Timotius 3: 17 “diperlengkapi” lebih tepat diterjemahkan “sempurna” –”perfect” dalam King James) melalui proses belajar rutin, objektif dan dengan pikiran yang terbuka (2 Timotius 2:15; 1 Petrus 4:11; Wahyu 22: 18-19). Dengan adanya firman tertulis maka tidak diperlukan lagi karunia-karunia rohani (yang hanya bekerja saat gereja masih dalam keadaan infansi).
2. Sejak rasul-rasul Tuhan dan orang-orang yang mendapatkan tumpangan tangan mati.
Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya bahwa Alkitab mencatat hanya ada dua peristiwa dimana orang Kristen abad pertama menerima karunia berbahasa lidah secara langsung, yakni rasul-rasul pada Hari Raya Pentakosta (Kisah Rasul 2) dan Kornelius serta seisih rumahnya (Kisah Rasul 10). Sedangkan peristiwa lainnya dengan penumpangan tangan rasul-rasul, contohnya beberapa murid Yohanes yang ditobatkan menjadi Kristen oleh Paulus di Efesus (Kisah Rasul 19).
Alkitab menyatakan bahwa hanya para rasul yang dapat menumpangkan tangan ke atas orang Kristen lainnya untuk mendapatkan karunia berbahasa lidah. Selain dari pada mereka, Alkitab tidak menyatakannya. Melalui aksi penumpangan tangan rasul-rasul-lah Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah kepada orang yang dikehendakiNYa.
Sejak rasul-rasul sudah mati semuanya, termasuk Rasul Yohanes yang dipercayai terakhir mati, kira-kira tahun 90-an Masehi, maka sudah pasti tidak ada lagi yang menjadi pelaksana penumpangan tangan ke atas orang Kristen untuk mendapatkan karunia berbahasa lidah, demikian juga dengan orang-orang Kristen yang telah menerima karunia itu semuanya sudah mati. Jadi sangat masuk akal bahwa karunia bahasa lidah sudah berhenti. Kalau ada, itu palsu !

Kesimpulan

Bahasa lidah adalah salah satu dari beberapa karuni rohani yang tercatat dalam 1 Korintus 12: 8-10. Bahasa lidah adalah bahasa yang dapat dimengerti, baik orang yang mengucapkan maupun orang yang mendengarkannya.
Bahasa lidah itu ajaib, karena orang yang tidak pernah mempelajari sebelumnya dapat mengucapkannya dengan sempurna sehingga si pemilik bahasa mengerti dengan jelas ketika mendengarkannya dan sekaligus mengherankan baginya.
Bahasa lidah dipergunakan untuk meneguhkan pemberitaan firman Allah. Bahasa lidah hanya berlangsung pada abad pertama ketika gereja masih dalam tahap infansi.
Bahasa lidah berakhir ketika wahyu Allah telah terhimpun dalam bentuk Kitab Suci dan setelah para rasul dan orang-orang Kristen yang mendapat penumpangan mati.
Catatan Akhir:
1. Summers, Gary W, Atheists and Pagans can speak Gibberish, In Pentacostalism, editor. David P. Brown, Spring, TX 77373, p. 355
2. Ibid.
3. Ibid.
4. Mike Cope, Speaking & The Holy Spirit, In Truth For Today, 202 South Locust Searcy AR., p. 37.
5. Kamp, Lester, Nine Miraculous Gifts, In Pentacostalism, editor David P. Brown, pg. 332.
6. Ibid., p. 334.
7. Mike, op.cit., p. 38.
8. Summers, op. cit., p. 376-377.
9. Ibid., p. 356.
10. Mike, op. cit., p. 40.
11. Ibid., p. 41.
12. Vine’s Complete Expository Dictionary, Thomas Nelson Publishers, Nashville, Atlanta, London, Vancouver, p. 466.
Sumber : tftwindo.org

32 komentar:

  1. Salam.

    Saya setuju dengan apa yang ditulis,berkenaan bahasa lidah
    Sekarang alkitab sudah diterjemahkan dalam ratusan bahasa dan penterjemah bahasa sudah bebelatak, ada di mana-mana juga ada di kedutaan-kedutaan di banyak negara.Tidak terlalu sukar untuk menemukan penterjemah.

    Memang di 1 Kor. 13: 8-13 dikatakan bahwa karunia-karunia Roh,termasuk bahasa lidah sudah dihentikan semua dan hanya TINGGAL ketiga hal ini:yaitu iman,pengharapan dan kasih dan yang paling besar diantaranya adalah KASIH

    Kalau dikatakan:tinggal ketiga ini,berarti yang lainnya sudah TIDAK ada.

    Mengenai bahasa lidah dikatakan dalam 1 Kor 14:9-10 :Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh:jika kamu tidak mempergunakan kata-kata YANG JELAS,bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara.

    Ada BANYAK - entah berapa banyak - macam bahasa di dunia,sekalipun demikian TIDAK ADA SATUPUN di antaranya yng mempunyai bunyi yang tidak berarti.
    [semua bunyi mempunyai arti]

    Karunia-karunia Roh sudah mencapai tujuannya,yang secara kecil-kecilan telah menunjukan apa yang nanti dalam pemerintahan Kerajaan Allah akan dilakukan secara besar-besaran.

    Sekian
    Salam kristan saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jelas kamu berdusta. Alkitab TIDAK PERNAH MENGATAKAN, bahasa Roh sudah berakhir.

      Kebebalan manusia dan ketidak percayaan manusialah yang menolak pekerjaan TUHAN. Mengapa kalian tidak menerima karuania baha Roh, itu karena kalian tidak percaya pada Kristus.

      Hapus
    2. Ini jelas2 pemutar balikan Firman Tuhan.sama seperti kebiasaan orang2 GNOSTIK mengambil firman Tuhan separo2 tanpa menyelesaikan ayat berikutnya sbg ending dr suatu statemen.Apabila kita mau jujur dan mau rendah hati menyelidiki lanjutan dari “Jika yang sempurna tiba” (1 Korintus 13:10) ini,di ayat 12 maka akan kita lihat dgn jelas bahwa YANG SEMPURNA blm tiba.Kenapa??krn di ayat tsb di katakan '' Sekarang aku hanya mengenal dengan TIDAK SEMPURNA, tetapi NANTI aku akan mengenal dengan SEMPURNA....Jadi pengajaran yg mengatakan bahwa karunia Roh kudus telah berhenti adalah suatu ke salahan besar,krn Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus menginginkan agar para pengikut- Nya mengadakan tanda ajaib ketika memberitakan Injil Kerajaan Allah (lih. Mat 10:1; Mr 3:14-15; Luk 10:17;Markus 16:17-18,agar lbh jelas saya buat
      Konteksnya
      16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular 2 ,dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit,dan orang itu akan sembuh." dan msh banyak lagi ayat dalam Firman Tuhan ttg karunia2 Roh kudud msh ada hingga sekarang.Jd saran saya buat Anak2 Tuhan jgn asal menuduh org lain sesat,padahal kita sendiri yg tdk mau merendahkan hati utk mempelajari Firman dgn benar.jgn mudah di putar balikkan dari injil kebenaran Kristus.SAYA PIKIR BLOG INI BUKAN MALAH MEMBANGUN TP MLH EMECAH BELAH TUBUH KRISTUS DAN MENCIPTAKAN KEBINGUNGAN DAN PERTENTAGAN DALAM TUBUH KRISTUS,KRN LBH SUKA MENGHAKIMI ORG LAIN/mencari2 kelemahan tubuh Kristus lain DRPD MELAYANI DGN BUAH YG BENAR.Tuhan Yesus mmberkati

      Hapus
    3. skedar tambahan si ayat (12) yg berbunyi Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti (12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal....Coba kita renungkan ulang KATA ''NANTI AKU AKAN MENGENAL DENGAN SEMPURNA'' pertanyaanya adalah KAPAN?? ya nanti saat kita akan melihat muka dengan muka dgn Kristsus !! JD yang sempurna itu bukan soal Kanon Alkitab,tp Yesus yg adalah SEMPURNA.Krn SEKARANG kita hanya mengenal dengan tidak sempurna.Kalau memeng yg SEMPURNA Itu ''Kitab tertulis'' SPERTI YG DI SEBUT di atas knpa di sebut ''MUKA DENGAN MUKA''?apa ada ayat lain dlm Alkitab yg menyatakan MELIHAT MUKA DENGAN MUKA adalah di saat stelah kitab (Alkitab) di tulis sprti yg sekarang kita baca lantas di sebut MELIHAT MUKA DENGAN MUKA?? mohon di jawab...D TUNGGU.Jbu

      Hapus
    4. Anda mengartikan ayat ini sangat salah dan SANGAT FATAL !Markus 16:17-18, Baca dari ayat 1 ! YESUS SAAT ITU HANYA BERBICARA PADA MURID - MURID NYA ! ( Markus 16 : 14 ). Dikatakan bahwa "Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu". Siapakah kesebelas orang itu? Ya murid - muridNya. kok cuma sebelas? Kan satunya udh ga jadi pengikut Yesus ( Yudas Iskariot ). Sekarang gini, Yesus cuma suruh MURID - MURID NYA MELAKUKAN MUJIZAT. Emang kita murid - muird Nya? Bukan ! Kita itu Anak - Anak Nya. Kalau pun ada orang yang bisa bahasa lidah, emang kalo digigit ular, orang itu ga bakal mati? ( Markus 16 :17-18). Dan KALO BENER ada orang yang BISA MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT saat ini HANYA DENGAN TUMPANG TANGAN, berarti GA PERLU RUMAH SAKIT DONG ! Wong ada yang bisa nyembuhin, ya dateng aja ke orang itu minta kesembuhan, sembuh deh. Baca Alkitab pake otak, Logika harus jalan !

      Hapus
  2. Kalau berbahasa Roh Paulus bilang kita2 aja jgn dikasih lihat pd org lain nanti kita dikatakn GILA

    BalasHapus
  3. ini namanya Menjatuhkan Aliran ..

    Ini postingan Bobrok..

    dan sudah pasti Orang yang nulis ini adalah Orang FANATIK..
    yang Iri dengan Gereka Gereja Kharismatik..

    BalasHapus
  4. Yang saya rasakan dari tulisan-tulisan anda bahwa pengetahuan anda yang menurut anda sudah tinggi telah membutakan anda, saya hanya mau katakan :"hati-hati dengan roh farisi dan saduki" saya ngga mengharap reply dari komentar saya ini, untuk bahan renungan saja. Tuhan Yesus Memberkati.

    BalasHapus
  5. tulisan anda dipenuhi dengan dusta dan kebohongan. Ciri khas kaum kalvinis

    BalasHapus
  6. Mengapa kaum calvinis tidak ada yang menerima karunia bahasa Lidah ? Karena mereka TIDAK PERCAYA PADA KRISTUS dan lebih mempercayai perkatan manusia

    BalasHapus
  7. Si empunya blog ini jg mengizinkan bahkan menantang anak2 Tuhan lain AGAR berdebat soal isi Alkitab,yg seakan2 membri kesan bahwa isi firman Tuhan BERTENTANGAN,KRN MNURUT SI PEMBUAT BLOG ALKITAB bisa dan bila perlu HARUS di PERDEBATKAN..TUHAN YESUS MENGAMPUNI ANDA

    BalasHapus
  8. Shalom,bagaimana soal pertanyaan saya pada 20 Februari lalu,koq ga di jawab2 Pak?bgmna Anda bs mengatakan bahwa ''KARUNIA BAHASA LIDAH SDH BERHENTI DAN KALAU ADA BERARTI ITU PALSU'' Sperti pernyataan anda di atas??sementara Tuhan Yesus jelas2 berkata dlm Injil Markus 16:17-18 bahwa TANDA BAGI ORANG PERCAYA di sebutkan jg mereka ''akan'' berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka atau bahasa Roh?? jgn2 anda bukan ORANG YG PERCAYA KRISTUS makanya anda menolak ''BAHASA ROH'' itu sendiri.Anda jg menolak karunia kesembuhan dr Hamba2 Tuhan saat ini,smentara sgt jls di ayat ini bahwa ; mereka (orang percaya) akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh?? bukan kah itu statement sekaligus JANJI Tuhan Yesus yg terakhir UTK PENGKUTNYA dlm pasal 16 tsb sebelum Dia naik ke sorga ? apakah anda hendak mengatakan bahwa ayat tsb hanya di khususkan bagi Murid2 pada saat itu jg?padahal msh ada kata '' AKAN'' yg menunjujk waktu selanjutnya tanpa di sebut batas waktu di situ?tolong jg anda jawab pertanyaan saya tertanggal 20 kemaren si atas tentang ; KATA ''NANTI AKU AKAN MENGENAL DENGAN SEMPURNA'' pertanyaanya adalah KAPAN?? ya nanti saat kita akan melihat muka dengan muka dgn Kristsus !! JD yang sempurna itu bukan soal Kanon Alkitab,tp Yesus yg adalah SEMPURNA.Krn SEKARANG kita hanya mengenal dengan tidak sempurna.Kalau memeng yg SEMPURNA Itu ''Kitab tertulis'' SPERTI YG DI SEBUT di atas knpa di sebut ''MUKA DENGAN MUKA''?apa ada ayat lain dlm Alkitab yg menyatakan MELIHAT MUKA DENGAN MUKA adalah di saat stelah kitab (Alkitab) di tulis sprti yg sekarang kita baca lantas di sebut MELIHAT MUKA DENGAN MUKA??SPERTI YG DI SEBUT di atas knpa di sebut ''MUKA DENGAN MUKA''?apaain dlm Alkitab yg menyatakan MELIHAT MUKA DENGAN MUKA adalah di saat stelah kitab (Alkitab) di tulis sprti yg sekarang kita baca lantas di sebut MELIHAT MUKA DENGAN MUKA?? tolong anda jawab pertanyaan ini krn saya sgt butuh jawaban yang pasti,agar kita jangan mengandalkan teori hasil Thoelogia yg kita anggap selama ini ''BENAR'' tetapi hanya di gunakan utk menghakimi.Jangan lah kiranya kita belajar Theologia hanya utk iingin mencari dan mengorek2 kesalahan dan menjudge bahwa si ANU sesat,palsu,nabi palsu dll.sbelumnya saya dari agama lain,2 thn yg lalu saya bnr2 Trima Yesus,tp dengan hadirnya blog anda ini menjadi beban bagi saya tergerak utk bertanya hal ini pada anda..Tuhan Yesus memberkati anda

    BalasHapus
  9. mengapa kalangan calvinis tidak ada yang menerima karunia bahasa roh ? karena mereka tidak percaya pada perkataan Tuhan Yesus

    mengapa tidak ada mujizat kesembuhan dan begitu banyaknya kalvinis yang kena penyakit yang tidak tersembuhkan ? itu karena mereka tidak percaya pada Firman Tuhan Yesus

    yang mereka percayai hanyalah ajaran manusia yg diciptakan oleh si calvin.

    mari coba lihat sepak terjang si calvin. Buka mata kalian, apa saja yg dilakukan oleh calvin selama hidupnya


    http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html

    BalasHapus
  10. siapakah pembunuh jemaat grj ana babtis ? Mari pelajari di tempat ini.


    http://www.in-christ.net/artikel/alkitab/sejarah_kelam_kekristenan

    BalasHapus
  11. luar biasa !!! "anak-anak" Tuhan saling menerkam ! (tercermin dari gaya bahasa yg dipakai)
    Dalam segala hal yang penting disini ialah Hikmat (Wahyu 13 dan 17)
    Apakah Tuhan Yesus dan ajaranNYA perlu dibela oleh kita ??
    Renungkan Matius 5:18-19 !! Perintah Tuhan kpd kita bukanlah saling menerkam ! tapi saling mengasihi termasuk kpd musuh kita sekalipun (itu ciri-ciri anak Tuhan)

    Semoga kita semakin saling mengasihi dan bila org menyakiti kita ataupun golongan kita ataupun denominasi kita biarlah Tuhan Yesus yg menghakiminya !!! Shalom

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Untuk cing lee, Hen serta saudara2 yang dikasihi Tuhan Yesus, komentar, dan pertanyaan anda tak membutuhkan jawaban, cukup anda bawa dalam doa dan terangi masyarakat disekitar anda serta menjadi teladan bagi mereka yang belum percaya, dan tidak perlu melempar sebuah pertanyaan yang telah anda miliki jawabannya, kalaupun yang telah disampaikan penulis ini adalah tidak benar maka anda pun sudah mengerti yang benar menurut keyakinan anda.

    Tolong Renungkan baik2 apakah menjadi sebuah kemulian bagi Allah bila anda melakukan perdebatan...

    BalasHapus
  14. PERHATIAN :

    kalian semua yang meninggalkan komentar karena "Tidak Terima" , harap perhatikan
    perlu saya ingatkan bahwa sang penulis
    Di sini hanya berbagi dan semua yang merasa paling benar harap tidak perlu mendebat pendapat.
    Apakah anda semua apalagi yang berani mencantum gelar (Pdt.) Tidak sadar atau malu bilamana komentar anda
    Dijadikan alat oleh agama lain ? Ini terbuka dan mudah dilihat banyak orang, kalaupun iyah salah yah tak perlu berkomentar di blog terbuka cukup dijadikan bacaan saja, wong gaya hidup orang percaya lebih memiliki pengaruh dari pada tulisan orang percaya. Lagipula bukankah firman bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk direnungkan !
    Buat saya gampang saja bahasa roh atau bahasa manusia itu TIDAK JADI SOAL tetapi yang terutama adalah NILAI HIDUP ANDA DAN SAYA PRIBADI BISA MENDATANGKAN KEMULIAN DIHADAPAN TUHAN DAN PENERANG DALAM HATI ORANG YANG BELUM MENGENAL KRISTUS.

    Yang bilang penulis sombong juga merupakan orang yang sombong dan sok tau serta yang bilang penulis sesat juga berbau penyesat.
    Jangan buka celah buat iblis yang sedang mengintai umat percaya.

    BalasHapus
  15. Lagipula sudah jelas2 paham bahwa Tuhan Yesus berkata:

    Lukas 17:1 (TB) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

    Lalu apa benar berguna anda mengeluarkan pengetahuan anda serta disertakan kata2 saling menghakimi di blog ini...
    Belajarlah bijaksana.

    BalasHapus
  16. Bahasa Roh masih ada sampai sekarang,.... sifatnya hubungan pribadi dengan Tuhan dalam doa.

    BalasHapus
  17. Kalau dapat berbahasa roh namun tak ada karunia untuk mengartikannya maka sebaiknya berhenti, krna tak ada manfaat dan hanyalah kesia-siaan. 1 Korintus 14:13. GB all

    BalasHapus
  18. Bahasa roh macam macam..itu yg berbahasa aneh roh apa.ada roh kudus ada roh jahat..ahhh pusing

    BalasHapus
  19. Saya percaya ADA bahasa roh, tapi saya tidak percaya bahwa yang diucapkan orang kristen yg merbahasa roh di gereja itu adalah bahasa roh. sekarang tergantung sama rohnya. Sebab yg namanya "mantra" pun bisa disebut sebagai bahasa roh. Seorang dukun memantrai dgn bahasa roh, agar roh tersebut melukai orang lain tersebut.

    Ini menjadi dilema, mengapa? Sebab jika mendapatkan karunia bahasa roh harus ada juga karunia untuk menafsirkannya. Jika tidak ada yg menafsirkannya, lebh baik diam saja (berbahasa roh didalam hati).
    Saya tidak menemukan dalam alkitab bahwa Yesus sendiri pernah berbahasa roh. Saya juga tidak menemukan bahwa murid2 Yesus berbahasa roh sebagaimana bahasa roh diucapkan pada masa sekarang ini. pada hari pentakosta dizaman para rasul bahasa roh (lidah) justru berbanding terbalik dengan bahasa roh zaman ini. Ketika para rasul dan kumpulan orang kristrn mula2 berbahasa roh, mereka yang mendengar tercengang, kagum dan juga heran dalam arti "wow amazing", dan mereka yang mendengar bukanlah orang kristen. berbeda dengan zaman sekarang ketika orang kristen dalam satu perkumpulan berbahasa roh dgn bahasa yg familiar saat ini, adakah diantara mereka menunjukkan ketekjubannya? Atau mereka merasa terganggu dengan hal itu? Perlu dipikirkan kembali.
    Kemudian, siapakah yabg berani mengklaim bahwa bahasa roh yang sekarang ini diucapkan di beberapa gereja adalah bahasa roh? Apakah bahasa itu benar-benar bahasa roh yang benar atau bahasa itu sebagai sebuah mantra pemujaan kepada iblis?
    Paulus sangat paham bahasa roh, bahkan dirinya mengklaim bahwa dia tahu betul tentang bahasa roh, namun Paulus justru tidak menyarankan jemaat di Korintus berbahasa roh. Oleh sebab itu dikatakan setiap kata mempunyai arti. Kalau kata-kata itu tidak berarti, sia-sia saja kata-katamu itu diudara (1 kor 14:9)
    Paulus juga menjelaskan bahwa bernubuat justru lebih penting daripada berbahasa roh. Paulus justru menegaskan lagi dalam 1 kor 14:18-19, untuk membangun jemaat. Pahami sejarah kehidupan kota korintus pada zaman paulus, kalau mau tahu.
    Jadi, bahasa roh itu adalah bersifat pribadi, bukan umum. Jadi gak usah bangga dulu kalau tiba2 dapat berbahasa roh kemudian mengucapkannya didalam persekutuan, hati2 selidiki dulu benarkah orang diluar kristen menjadi terbangun atau justru malah merasa terusik. Paulus menegaskan, lebih baik kita bernubuat ketimbang berbahasa roh.
    Hati-hati nubuat yg dimaksud Paulus gak sama dgn nunuat zaman nabi.1 kor 14:3 jelas maknanya dari pengertian "bernubuat" yaitu membangun, menasehati dan menghibur.
    Mana yg lebih penting, membangun diri sendiri (bahasa roh) atau membangun jemaat (bernubuat)
    SekAli lagi saya katakan, saya percaya adanya bahasa roh, tetapi saya tidak percaya yang diucapkan orang kristen saat ini itu adalah bahasa roh, salahkah saya berasumsi bahwa mereka yang katanya berbahasa roh sedang mengucapkan mantra untuk menghujat Tuhan..? Kalau saya salah, saya minta maaf, namun tolong yakinkan saya apakah yang diucapkan mereka yang berbahasa roh tersebut adalah bahasa roh dalam arti ROH YANG BENAR.


    Efesus 5:17 (TB) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, tp zaman sekarang kesesatan sudah benar2 parah. Bayangkan, Alkitab udah gak dikedepankan. Malah orang yang tetap berpegang pada kebenaran dibilang kurang sungguh2 karna "belum bisa" berbahasa roh. Padahal Alkitab bilang karunia itu diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, ya suka2 Tuhan, namanya karunia artinya dapatnya cuma2 tanpa perlu usaha apa2. Sekarang kalo saya tidak punya karunia berbahasa Roh, itu salah saya apa salahnya Tuhan? Ya jelas ga ada yg salah, namanya karunia.

      Hapus
    2. Coba bagi anda yang mengaku kalau bahasa Roh itu bisa diusahakan biar dapat dg terus minta sama Tuhan, saya mau tanya, kenapa kalo ada pendeta yg ga punya karunia bahasa Roh berkotbah anda malas mendengar firman Tuhan yang disampaikannya? Hayo kenapa? Apa menurut anda karunia Tuhan lebih berharga dari firman Tuhan itu sendiri?

      Hapus
  20. Judul diganti : Kupas tuntas Selumbar Gerakan Karismatik....

    BalasHapus
  21. Tuhan menyediakan komunikasi online 24 jam setiap saat tanpa jeda bagi manusia apapun agama, beragama ataupun tidak .. sarana komunikasi itu namanya: PERASAAN .. Itulah mengapa Hati kita memegang peranan penting dalam berkomunikasi dengan Tuhan, karena Hati kita merupakan pusat perasaan (bahkan pusat perasaan halus). Manusia dan semua mahluk ciptaan Nya adalah mahluk multi-dimensi karena ada dimensi fisik, dimensi jiwa dan dimensi roh dalam setiap mahluk. Tubuh fisik - Tubuh Jiwa - Tubuh Roh adalah sejatinya Manusia,tubuh fisik memiliki hati, tubuh roh pun memiliki Hati yang dikenal sebagai Hati Nurani .. ada yang menyebut Hati Nurani sebagai Percikan Dzat Tuhan, ada yang menyebut dengan Roh Kudus dan bermacam sebutan lainnya. Namun intinya bahwa didalam setiap Manusia maupun Mahluk bersemayam Tuhan .. apakah manusia itu sangat baik ataupun sangat jahat, Tuhan bersemayam didalam yang terdalam mereka semua, yang membedakan hanyalah Tuhan hadir atau Tuhan tidak hadir didalam kehidupan mereka. Ketika Tuhan tidak hadir, maka yang tampil adalah manusia biasa yang penuh dengan ego, keserakahan, kebencian, dlsb yang tidak merepresentasikan sebagai mahluk yang segambar dengan Allah. Sebalik nya ketika Tuhan hadir maka yang tampil adalah Mahluk Ilahi yang segambar dengan Allah .. tiada kebencian yang ada cinta kasih .. jika disakiti ataupun dihina senantiasa berdoa memohon Tuhan mengampuni bukan menghujat bahkan mengutuk .. yang memancar dari pemikiran nya senantiasa kegembiraan dan sukacita .. yang hadir dalam perkataan nya senantiasa kebenaran .. dan yang diperbuat nya tiada selain cinta. Kita tidak perlu berseteru lagi soal bahasa roh ini, datang saja kepada Nya yang ADA didalam yang terdalam dari diri mu .. pada saat NYA engkau akan mengerti .. Laus Deo.

    BalasHapus
  22. Saya mau kasih tau sebuah kisah nyata.
    Ada seorang yg saya kenal yg seorang imam musik yg luar biasa berbahasa lidah saat menyembah dan melayani di gereja. Dia bisa menyembah berbahasa roh padahal 5 menit sebelum pelayanan dia melakukan seks diluar nikah dg pacarnya. Saya bingung kok bisa? Padahal kan Roh Kudus itu suci. Tp katanya kalo sungguh2 sama Tuhan pasti berbahasa roh. Apakah kelakuan si imam musik tadi merupakan hidup yg sungguh2 dalam Tuhan menurut saudara?

    BalasHapus
  23. Jujur saya tersandung oleh masalah bahasa roh ini. Jujur ya, saudara2 seiman yg tiap menyembah selalu bahasa roh "yaralababababa sikirababababa yarapapapapap inayanasikialamase" anda membuat saya tersandung. Sadarkah anda apa yg anda lakukan sudah menjadi batu sandungan? Ini pengakuan jujur saya. Saya sampai hapal bahasa roh karena anda semua bahasa Rohnya sama dan diulang-ulang. Katanya bahasa baru tp Anda kok bahasanya sama semua?

    BalasHapus
  24. Sy tdk bs Bahasa Roh (BR), sy tahu KASIH itu lebih penting, sy tidak ambil pusing dgn org yg berbahasa roh, tp krn ini menyangkut my love, sy sampai menyelidiki yg cukup menyita waktu, sy gugling pendapat semua pdt, YouTube,sy perhatikan perbuatan nya (buah roh), dlm 1 persekutuan doa, bahasa rohnya tipikal sama, sy sempat meragukan tp takut dibilang menghujat.... akhirnya banyak buka Alkitab, yg terjadi sy semakin meragukan bahasa roh yg ada skrg, utk membedakan roh ternyata karunia juga (bisa dgn pengalaman tp ga bs 100 persen), sy pernah sekali melarang pacar BR, krn ketika mulai doa, dia langsung BR, sy cut (tidak boleh melarang org BR), krn menurut akal budi sy, hadirat Tuhan butuh waktu, masa langsung BR?? Sy curiga dia menghafal, krn ada pdt mengajar BR, itu tidak boleh kan.... ada perasaan makin kuat utk terus menyelidiki, terus terang sy belum mampu membedakan roh, sy hanya melihat dr buah roh, sy tahu sifat cw sy, makanya sy ragu BR nya, yg diucapkan tipikal sama bro... yg terpenting kita lihat dr buahnya, hrs memiliki kasih, kalau tidak ada kasih?? Waspada bro

    BalasHapus
  25. TUHAN PAKAI PENULIS ARTIKEL SEMAKIN HEBAT, NYATAKAN KEBENARAN ALKITAB. BUKAN PERASAAN. ZAMAN INI BANYAK TIDAK MAU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN ALKITAB, TAPI ALKITAB DITAFSIR SESUAI MAU DEWE

    BalasHapus