Selasa, 01 Desember 2015

Tur Peringatan di Tempat Lahirnya Api Liar Pantekosta

Pada tanggal 22 Februari, sebuah tur jalan peringatan akan dilangsungkan di Los Angeles untuk memperingati ulang tahun kelahiran gerakan Pantekosta di Azusa Street Mission. Tur itu akan dipimpin oleh Mel Robeck dari Fuller Theological Seminary. Seratus delapan tahun yang lalu, William Seymour memulai Misi di Jalan Azusa (dikenal sebagai Azusa Street Mission) untuk mengajarkan kesesatan-kesesatannya, termasuk sinless perfectionism (bahwa orang Kristen bisa dan harus tidak berdosa sama sekali), jaminan kesembuhan, revival mujizat rasuli di akhir zaman, dan berbahasa lidah sebagai “bukti awal baptisan Roh Kudus.” Pertemuan-pertemuan di Jalan Azusa berlangsung lebih dari tiga tahun, dengan sejumlah besar orang yang menghadiri untuk mencari “Pentakosta” pribadi mereka masing-masing, dan setelah itu membawa theologi dan pengalaman itu kembali ke rumah-rumah mereka di seluruh Amerika dan dunia. Kebaktian-kebaktian yang diadakan di sana sungguh adalah kekacaubalauan. Biasanya tidak ada yang memimpin. “Siapapun yang diurapi dengan pesan akan berdiri dan menyampaikannya. Bisa jadi seorang lelaki, perempuan, atau anak-anak” (Larry Martin, The Life and Ministry of William J. Seymour, hal. 186). Orang-orang bernyanyi bersamaan, tetapi “dengan suku kata, ritme, dan melodi yang sama sekali berbeda” (Ted Olsen, “American Pentecost, Christian History, Issue 58, 1998). Orang-orang berlompatan, jatuh, kejang-kejang, membuat suara-suara binatang yang aneh, tertawa histeris. Orang-orang yang datang untuk mencari tahu akan “terikat oleh semacam suatu sihir dan mulai mengucapkan kata-kata tak berarti.” Seorang penyelidik biografi William Seymour yang simpati padanya, mengakui bahwa “ada kalanya pertemuan-pertemuan itu menjadi sedemikian ribut sehingga polisi dipanggil” (Martin, The Life and Ministry of Seymour, hal. 188). Satu orang pernah kejang sedemikian keras di bawah pelayanan Seymour sehingga ambulans dipanggil. Ketika orang yang kejang-kejang itu memberitahu dokter, “Jangan sentuh saya, ini kuasa Allah,” dokter itu dengan berhikmat menjawab, “Jika ini kuasa Allah, kuasa itu sedang menggoncangkan kamu sehebat Iblis” (Martin, hal. 306). “Membunuh roh” juga adalah bagian besar dari kebaktian di Jalan Azusa. Seymour jatuh “seperti mati” ketika pertama kali ia berbahasa lidah, dan “kadang kala orang-orang berjatuhan di berbagai tempat di rumah itu, seperti suatu bala tentara yang terbunuh di medan tempur…” (Martin, hal. 148, 179).
(Berita Mingguan GITS 22 Februari 2014, sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw)

1 komentar: